Aktifitas Wartawan Untuk Klarifikasi Di Batasi Kepala Diskominfo Wonosobo

Aktifitas Wartawan Untuk Klarifikasi Di Batasi Kepala Diskominfo Wonosobo - Banyak permasalahan yang ada di Kabupaten Wonosobo yang membutuhkan klarifikasi dari berbagai pihak, salah satunya adalah klarifikasi dari Bupati sebagai orang nomor satu di Wonosobo. Namun beberapa waktu lalu disejumlah kegiatan, wartawan yang bertugas mengaku kesulitan saat melakukan wawancara cegat karena dibatasi waktu oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Pewarta. Anji



Aktifitas Wartawan Untuk Klarifikasi Di Batasi Kepala Diskominfo Wonosobo

Wonosobo - Sejumlah agenda wawancara cegat kepada Bupati yang dilakukan awak media di Kabupaten Wonosobo terkesan dipersulit oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Eko Suryantoro, tindakan ini sangat disesalkan oleh sejumlah wartawan. "Berkali-kali kami dibatasi waktu hanya beberapa menit saat wawancara cegat sehingga informasi yang kami terima tidak lengkap, padahal banyak yang harus kami tanyakan kepada Bupati," ungkap Ari Sunandar salah satu wartawan dari media online Sorot.Co.

Kejadian yang berulang disejumlah tempat ini membuat para awak media kecewa, kekecewaan itu akhirnya memuncak saat kegiatan Peresmian Proyek-Proyek Pembangunan Daerah Tahun 2018 di halaman Pasar Selomerto, Selasa (26/02), beberapa wartawan yang sedang melakukan wawancara cegat kepada Bupati kembali dihentikan oleh Kepala Diskominfo. "Terakhir kemarin pas kegiatan peresmian Pasar Selomerto, baru dua menit wawancara kembali dihentikan oleh Kepala Diskominfo," ujarnya.

Wartawan Suara Merdeka, M Abdul Rohman juga menyayangkan kejadian pembatasan wawancara tersebut, "Pembatasan justru bukan dari Bupati sendiri, tetapi dari sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Wonosobo yang menolak atau tidak menginginkan dilakukan wawancara, padahal kita perlu melakukan konfirmasi mengenai banyak hal, seperti untuk mengetahui sejauh mana gambaran persoalan-persoalan yang hendak atau sudah ditangani oleh Bupati. Apakah sudah ada perkembangan atau belum? Ini perlu jelas, supaya berita dapat terkonfirmasi dari kedua belah pihak atau cover both side sehingga tidak terjadi simpang siur di tengah masyarakat," jelasnya dengan nada kesal.

Baca Juga:
Pasar Selomerto Diresmikan

Hal senada juga dikatakan oleh wartawan Wonosobo Ekspres, Agus Supriyadi dan Sigit Rahmanto,dari Jawapos Radar Kedu, mereka mengatakan bahwa wartawan sebenarnya sudah sangat ingin untuk segera dipertemukan dengan Bupati dan membahas tentang isu-isu yang ada di Wonosobo. "Harapan kami sih pasca kejadian ini, Bupati bisa menjelaskan dan tentukan kebijakanya mau seperti apa. Dengan tidak ada lagi pembatasan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu saat wartawan sehingga kami dapat mengorek informasi yang diperlukan kepada orang nomor satu di Wonosobo," beber Agus.

Sementara itu Kepala Diskominfo tidak dapat ditemui dikantornya karena sedang dinas luar kota saat sejumlah wartawan ingin meminta klarifikasi terkait pembatasan wawancara tersebut, . Kamis (28/02). Salah satu pegawai Diskominfo yang enggan disebutkan namanya mengaku tak begitu mengerti sebab mengapa Kepala Diskominfo membatasi wawancara yang dilakukan oleh awak media kepada Bupati. "Mungkin karena segera mau manggung bareng Didi Kempot mas," terangnya pada wartawan. Ia sendiri tidak mengikuti agenda Bupati selanjutnya dan lebih memilih menikmati lantunan lagu campursari yang menggoyang warga Selomerto khususnya dalam semarak pasar rakyatnya.

No comments

Featured post

Ribuan Petasan Berbagai Ukuran Dan 7kg Mesiu Diamankan Polres Wonosobo

Ribuan Petasan Berbagai Ukuran Dan 7kg Mesiu Diamankan Polres Wonosobo - Polres Wonosobo berhasil menyita 1840 butir petasan dan 7 kg mesiu...

Ayo cek web KPU

Ayo cek web KPU
Ayo cek web KPU
Powered by Blogger.