Sebanyak 238 Nelayan Terima Bantuan Konversi BBM ke LPG

Sebanyak 238 Nelayan Terima Bantuan Konversi BBM ke LPG – Wonosobo, sebanyak 238 nelayan terima bantuan konversi BBM ke LPG dari kementrian ESDM, dari 300 nelayan Waduk Wadaslintang yang diajukan oleh Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo disetujui 238 nelayan karena telah memiliki persyaratan Kartu Nelayan / Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA), kapal dibawah 5 GT dan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Selasa (2/10).

sebanyak 238 nelayan Waduk Wadaslintang terima bantuan


Sebanyak 238 Nelayan Terima Bantuan Konversi BBM ke LPG

Dalam acara penyerahan bantuan konversi BBM ke LPG di Wadaslintang itu Asisten Sekda bidang Ekonomi Pembangunan Sumaedi, mengatakan, “Perairan Umum Waduk Wadaslintang dengan luas total 3000 Ha dan luas genangan 1650 Ha, memiliki fungsi meliputi Pengairan, PLTA, Pariwisata dan Perikanan. Pemanfaatan waduk oleh perikanan meliputi Penangkapan, Budidaya ikan di Karamba dan Mina Wisata. Sampai dengan tahun 2018, jumlah Nelayan yang aktif maupun non aktif mencapai jumlah sekitar 350 Nelayan dengan produksi hasil tangkapan rata-rata tiap tahun mencapai 1.713,6 ton dengan jenis ikan endemik Waduk maupun ikan introduksi (ikan brek, beong, Tawes, betutu, patin, Kerapu dan Nila). “ terangnya.

Disamping dimanfaatkan untuk penangkapan, waduk juga dimanfaatkan untuk Budidaya Karamba Jaring Apung, baik yang dimiliki oleh petani, maupun Perusahaan yaitu PT Aquafarm Nusantara, dengan komoditas ikan Nila yang hasil produksinya di Eksport, rata-rata produksi ikan dari Budidaya Karamba dapat mencapai 4.000 s.d. 5.000 ton/tahun. Pemanfaatan lainnya dari Waduk ini yaitu sebagai sarana wisata, mina olahraga mancing dan yang tervavorit untuk pemancing di Jawa Tengah.

Waduk Wadaslintang sendiri telah terbentuk POKMASWAS (Kelompok Masyarakat Pengawas), dengan Berigade Satuan Pengawas Perikanan Perairan Umum (SP3U), salah satu tugasnya adalah mengawasi Kelestarian Lingkungan Sumberdaya Perikanan yang ada di Perairan Waduk. Termasuk mengawasai nelayan yang menangkap ikan dengan alat tidak ramah lingkungan, sesuai dengan UU Perikanan No 9 tahun 2009 dan Perda No 28 Tahun 2012 tentang perlindungan terhadap ikan.

Sumaedi memberikan apresiasi positif dan mendukung adanya progam pemerintah pusat untuk nelayan, yakni kegiatan konversi BBM ke BBG/LPG. Penggunaan BBG/LPG ini sangat menguntungkan, karena mengurangi biaya pengeluaran nelayan jika dibandingkan dengan menggunakan BBM. Juga ketersediaan BBG sudah terjamin sampai ke desa-desa, sehingga akan memudahkan nelayan dalam memperoleh bahan bakar gas tersebut.

"Saya berharap agar nelayan dapat seterusnya memanfaatkan BBG ini, dan sama-sama kita berharap agar ketersediaan BBG selalu ada dan tidak ada kelangkaan". ujar Sumaedi, ia berpesan khusus kepada nelayan penerima bantuan paket konversi BBM ke BBG, agar paket bantuan yang diberikan tidak dipindahtangankan, disewakan atau diperjualbelikan. Kemudian nelayan dapat menggunakan dan memelihara paket bantuan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan.

Namun demikian, dia berharap langkah ini diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia nelayan, untuk menopang dan memantapkan kelembagaan tani nelayan di Kabupaten Wonosobo, dalam rangka membangun kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan, menuju kesejahteraan petani-nelayan Indonesia.

Selain berbagai penyerahan bantuan juga gelar acara grebeg suran dan lomba mancing. Dalam kesempatan tersebut dihadiri Anggota Momisi 7 DPR RI Ir. H. Tjatur Sapto Edy, kementrian ESDM diwakili Adi Wibowo dan dari Dinas Kelautan diwakili Umar Sholeh. Ia juga menambahkan bahwa bantuan konversi BBM ke LPG tersebut dapat dimanfaatkan oleh nelayan dengan sebaik baiknya sehingga dapat mengangkat ekonomi nelayan menjadi lebih baik.



No comments

Featured post

Jalur Pembangunan Pasar Kembali Digunakan Lapak Pedagang

Jalur Pembangunan Pasar Kembali Digunakan Lapak Pedagang Wonosobo , Jalur Pembangunan Pasar Kembali Digunakan Lapak Pedagang - Belum gen...

Powered by Blogger.