Polres Wonosobo Gelar Rekonstruksi Di Panti Sosial Antasena Magelang

Polres Wonosobo Gelar Rekonstruksi Di Panti Sosial Antasena Magelang,- Petugas Satreskrim Polres Wonosobo menggelar rekontruksi kejadian pengeroyokan yang dilakukan oleh siswa SMP yang berujung tewasnya seorang pelajar Mts Wadaslintang Ahmad Eko Prasetyo, Jumat (2/2) siang di Gedung Serbaguna Polres Wonosobo. Seluruh adegan dalam rekontruksi tersebut dilakukan oleh pemeran pengganti menyusul telah dititipkannya para pelaku ke Panti Sosial Antasena Magelang.

https://berita.satumenitnews.com/2018/02/polres-wonosobo-gelar-rekonstruksi-di.html
Rekonstruksi penganiayaan 

Polres Wonosobo Gelar Rekonstruksi Di Panti Sosial Antasena Magelang

Ada 14 adegan diperagakan dalam kegiatan tersebut yang kesemuanya merupakan hasil dari penyidikan kepada para saksi dan pelaku. Diawali dari perselisihan antara korban dan pelaku A saat hendak berangkat sekolah, pencegatan oleh para pelaku di Jembatan Kepodang Ngalian Wadaslintang, hingga pemukulan oleh para pelaku dan ditolongnya korban oleh warga sekitar.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras, S.I.K. melalui Kasubbag Humas AKP Marino, S.H., M.H. menuturkan, dari reka adegan tersebut diketahui bahwa korban dipukul bertubi-tubi oleh para pelaku. “Oleh pelaku A, korban ditampar sebanyak 3 kali pada bagian pipi dan dipukul pada bagian dada menggunakan tangan terkepal sebanyak 1 kali hingga terjatuh. Sedangkan oleh pelaku D, ditendang pada bagian dada sebanyak 1 kali dan diinjak pada pergelangan kaki sebanyak 1 kali,” katanya. “Sementara itu, oleh pelaku S, korban dipukul menggunakan tangan terkepal di bagian dada sebanyak 1 kali. 2 pukulan dan 1 tendangan di bagian dada korban tulah yang kami duga sebagai penyebab kematian korban,” katanya.


https://berita.satumenitnews.com/2018/02/polres-wonosobo-gelar-rekonstruksi-di.html


Dari hasil reka adegan tersebut pula, korban sempat ditolong oleh teman dan warga sekitarnya sebelum dibawa ke Puskesmas Wadaslintang. “Namun ternyata, nyawanya tidak dapat terselamatkan. Korban menderita sejumlah luka memar pada bagian tubuhnya dan yang terparah pada organ hati dan paru-paru,” lanjut Kasubbag Humas. “Mengenai video berdurasi sekitar 5 detik yang beredar di media sosial dimana terlihat korban ambruk bersama motornya, perekamnya adalah pelaku A. Jadi setelah memukul dada korban, pelaku sempat mundur dan merekamnya menggunakan kamera ponsel,” terangnya.

“Setelah korban jatuh, dia masih berusaha untuk bangun. Namun baru dalam posisi jongkok, pelaku D langsung menendang pada bagian dada yang mengakibatkan korban kembali terjatuh. Saat kembali terjatuh tersebut, pelaku S melancarkan pukulannya ke bagian dada korban,” kata AKP Marino. “Seusai dipukul oleh pelaku S, wajah korban terlihat pucat dan badannya lemas. Para pelaku yang merasa ketakutan akhirnya pergi,” jelasnya.

No comments

Featured post

Sosialisasi Dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi SPSE Versi 4.3 Di Wonosobo

Sosialisasi Dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi SPSE Versi 4.3 Di Wonosobo  - Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Inform...

Powered by Blogger.